Berproses Untuk Sebuah Perbaikan
Oleh : Rahman Hakim
Ketua PK KAMMI IAIN Raden Intan Lampung 2012
Merangkak, berjalan, dan berlari… semua ada saatnya. (nhs)
Kilas balik cerita bangku sekolah yang begitu panjang tentunya takkan mudah terlupakan begitu saja. Masa indah yang menjadi cerita tersendiri dalam kehidupan setiap diri yang pernah merasakannya. Memang indah, namun cukuplah menjadi kenangan dan jadikan kenangan itu sebagai kerangka berpikir untuk berproses menuju jenjang selanjutnya.
Menjadi mahasiswa adalah suatu proses seseorang menuju titik klimaks berpikir ideal. Tentunya di tengah-tengah berbagai ideologi yang ada di kampus. Inilah mengapa mahasiswa sering disebut sebagai kaum intelektual yang kritis dan mempunyai jati diri yang kuat. Namun terkadang kekuatan itu tidak tersalur dan terberdayakan dengan baik.
Terkadang gelar “Mahasiswa” membawa seseorang kepada suatu sikap merasa tinggi hati, merasa hebat dengan segala yang dimiliki, dan terhanyut ke dalam sebuah kesemuan belaka.
Inilah yang tidak diharapkan dari diri insan intelektual yang seharusnya mampu menjadi iron stock, social control, dan agent of change bangsa yang besar ini.
Kemampuan dalam menyalurkan ide dengan baik dan memilih sebuah jalan pemikiran yang tepat-lah yang kini sulit ditemukan pada diri seorang mahasiswa. Namun, ini semua bisa diatasi melalui sebuah proses kaderisasi yang baik dan terdidik.
Tentunya dalam rangka meningkatkan kapasitas diri untuk kemudian bermetamorfosis menjadi solusi krisis kepemimpinan yang melanda negeri ini.
Maka, yang menjadi tugas kita bersama adalah bagaimana potensi yang ada pada setiap diri para mahasiswa ini bisa terakomodir dengan baik untuk kemudian terus mampu berkontribusi dengan baik. Tentunya melalui sebuah kerangka berpikir yang menjadikan perbaikan sebagai tradisi dalam setiap perjuangan.
Selamat berproses!
Bergerak Tuntaskan Perubahan!
Ketua PK KAMMI IAIN Raden Intan Lampung 2012
Merangkak, berjalan, dan berlari… semua ada saatnya. (nhs)
Kilas balik cerita bangku sekolah yang begitu panjang tentunya takkan mudah terlupakan begitu saja. Masa indah yang menjadi cerita tersendiri dalam kehidupan setiap diri yang pernah merasakannya. Memang indah, namun cukuplah menjadi kenangan dan jadikan kenangan itu sebagai kerangka berpikir untuk berproses menuju jenjang selanjutnya.
Menjadi mahasiswa adalah suatu proses seseorang menuju titik klimaks berpikir ideal. Tentunya di tengah-tengah berbagai ideologi yang ada di kampus. Inilah mengapa mahasiswa sering disebut sebagai kaum intelektual yang kritis dan mempunyai jati diri yang kuat. Namun terkadang kekuatan itu tidak tersalur dan terberdayakan dengan baik.
Terkadang gelar “Mahasiswa” membawa seseorang kepada suatu sikap merasa tinggi hati, merasa hebat dengan segala yang dimiliki, dan terhanyut ke dalam sebuah kesemuan belaka.
Inilah yang tidak diharapkan dari diri insan intelektual yang seharusnya mampu menjadi iron stock, social control, dan agent of change bangsa yang besar ini.
Kemampuan dalam menyalurkan ide dengan baik dan memilih sebuah jalan pemikiran yang tepat-lah yang kini sulit ditemukan pada diri seorang mahasiswa. Namun, ini semua bisa diatasi melalui sebuah proses kaderisasi yang baik dan terdidik.
Tentunya dalam rangka meningkatkan kapasitas diri untuk kemudian bermetamorfosis menjadi solusi krisis kepemimpinan yang melanda negeri ini.
Maka, yang menjadi tugas kita bersama adalah bagaimana potensi yang ada pada setiap diri para mahasiswa ini bisa terakomodir dengan baik untuk kemudian terus mampu berkontribusi dengan baik. Tentunya melalui sebuah kerangka berpikir yang menjadikan perbaikan sebagai tradisi dalam setiap perjuangan.
Selamat berproses!
Bergerak Tuntaskan Perubahan!

0 komentar:
Posting Komentar