Breaking News
Loading...
Jumat, 08 Juni 2012

Rasnal H. Bisnu, Sudah Menulis Tiga Buku

http://www.radarlampung.co.id/read/images/2011/06/18/pdk-buku.jpg
Rasnal H. Bisnu

NAMA Rasnal H. Bisnu sudah tidak asing lagi. Terutama di lingkungan kampus Institut Agama Islam Negeri (IAIN) Raden Intan Lampung. Ini tidak lepas dari karya dan prestasi yang disandangnya.

Mahasiswa semester VIII Jurusan Jinayah Siyasah Fakultas Syari’ah IAIN sedikitnya telah berhasil menulis tiga buku. Yaitu Harapan sang Musafir (2008), Saya Bangga menjadi Mahasiswa IAIN (2010), dan Jangan Nodai Negeriku (2010). 

Bahkan, buku Harapan sang Musafir yang berisikan sebuah harapan pemuda-pemudi Indonesia untuk menggali potensi serta agar mahasiswa profesionalitas dalam bidangnya sudah terjual 600 eksemplar. ’’Dengan banyaknya yang terjual, tentu yang membaca dan bisa mengambil nilai pembelajarannya pun banyak. Ini sebenarnya yang membuat saya puas,’’ ungkapnya kepada Radar Lampung saat ditemui di kampusnya kemarin.

Selain sudah menghasilkan karya berupa buku, mahasiswa kelahiran Ternate, Maluku, ini ternyata telah mengantongi segudang prestasi sejak duduk di bangku SD. Tidak heran jika ia sebagai menerima beasiswa ketika di bangku SD dan SMP di kampung halamannya, Ternate. Kemudian menerima beasiswa dari Wakil Gubernur Ternate untuk sekolah ke SMA di Pondo.

Ada pun prestasi yang pernah diraihnya antara lain juara Lomba Akuntansi se-Ja
teng (2004), juara harapan 4 Debat Bahasa Arab yang diselenggarakan Pemerintah Maluku Utara (2009), dan juara 4 Hifdzul Quran tingkat mahasiswa se-Lampung di Unila (2008). 

Bisnu juga tercatat sebagai peraih beasiswa ke Sudan dan Madinah dari Ternate (2007) dan penerima penghargaan pemerintah Ternate sebagai mahasiswa berprestasi yang dijadikan duta mahasiswa Provinsi Maluku Utara (2008), dan mewakili mahasiswa Ternate untuk lomba di Malaysia 2009. Namun, ia lebih memilih melanjutkan studinya ke IAIN raden Intan Lampung.

Ia menuturkan, dirinya mampu menulis karena sudah terbiasa menulis. Mulai menulis ringan seperti kisah pribadi dalam diary. ’’Lambat laun ternyata jadi gapah. Tentunya harus banyak juga membaca  buku. Soalnya bagaimana bisa menulis jika membaca saja tidak pernah,’’ tandasnya.
Ditambahkan, ide membuat buku muncul karena ingin berbagi ilmu. Di mana setiap manusia pasti memiliki potensi. Kuncinya harus diasah,’’ ujar mahasiswa yang tinggal kos di Jalan Kimaja, Wayhalim, Bandarlampung. (hyt/c3/rim)

1 komentar:

Quick Message
Press Esc to close
Copyright © 2013 KAMMI IAIN Raden Intan Lampung All Right Reserved