Breaking News
Loading...
Selasa, 23 Juli 2013

Guru Sang Murid

1075747_628706743814544_652923409_a
Guru adalah seseorang yang perkataannya dipercaya oleh murid-muridnya. Dalam mengajar, guru harus menghindari kata-kata negatif karena akan selalu diingat oleh anak murid yang nantinya berdampak besar. Ratusan bahkan ribuan murid setiap tahunnya lulus dari sekolah yang diajar oleh guru. Maka ketika sudah berpuluh tahun, murid yang dimiliki guru banyak dan tersebar di berbagai tempat. Untuk melaksanakan pembelajaran, seorang guru diharuskan menguasai materi, memiliki strategi mengajar, menguasai situasi kelas.



Bagaimana guru berkomunikasi dengan murid juga merupakan poin penting untuk menyampaikan nasihat kepada murid. Situasi dan suasana hati pemberi atau penerima nasihat mempengarhi diterimanya nasihat atau tidak. Sebisa mungkin harus mengupayakan untuk berbicara dari hati ke hati. Maka dari itu sangat penting bagi guru untuk mengenal muridnya secara individu agar lebih dekat dengan muridnya. Dekat dengan murid bukan berarti kehilang wibawa melainkan bisa memberikan rasa nyaman kepada murid karena merasa diperhatikan. Mengingat nama memang tidak mudah, namun menyebutkan nama menjadi sangat penting bagi guru dan murid. Sebagai contoh sapaan “selamat pagi” sudah pasti berbeda dengan sapaan “selamat pagi Yono”. Langkah yang harus diambil ialah bergantian ketika memberikan perhatian, jangan sampai terkesan pilih kasih kepada murid.

Jumlah siswa dalam kelas di sekolah negeri yaitu maksimal 40 siswa. Padahal sudah barang tentu jumlah siswa di dalam kelas sangat mempengruhi situasi kelas. Dalam menangani kelas terdapat banyak metode yang bisa dilakukan oleh guru. Metode-metode tersebut tidak selalu bisa diterapkan, tergantung kreatifitas para guru sehingga materi dapat disampaian.

Ilmu mengajar atau menjadi guru merupakan sebuah seni. Bagi seseorang yang tidak mempunyi jiwa mengajar maka akan sangat tersiksa. Menejemen waktu dalam mengajar sehingga tidak mengalami tekanan waktu. Begitu pula dalam hal membuat soal juga harus berhati-hati serta realistis. Di internet banyak soal, tapi pembuatannya kurang benar. Sebenarnya dalam mengajar tidak ada UTS ataupun UAS tidak jadi masalah, tapi masalahnya guru harus melaporkan hasil pembelajarannya. Sebenarnya guru bisa menguji apakah pelajaran yang disampaikan sudah diterima oleh murid atau belum dengan cara pre test atau pos test, bahkan pre test dan pos tes tidak harus dengan tertulis, bisa saja bertanya secara acak.

PTK (Penelitian Tindakan Kelas) dan motivasi siswa diharapkan bisa dilaksanakan oleh guru dalam setiap pembelajaran. Sikap duduk murid juga perlu diperhatikan karena mempengaruhi konsentrasi murid. Duduk yang kurang tepat berpengaruh terhadap peredaran darah ke otak.


Penulis : Anisa Dina Rahmayanti
Biro Kemuslimahan Kammi Komisariat Madani

0 komentar:

Posting Komentar

Quick Message
Press Esc to close
Copyright © 2013 KAMMI IAIN Raden Intan Lampung All Right Reserved