KAMMI dan HMI duduk bersama??
Sabtu, 26 november 2013, nampak ada sesuatu yang
berbeda dari satu-satunya rumah kayu yang ada di Institut Agama Islam Negeri
Raden Intan Lampung. Sore itu, ba’da Ashar puluhan mahasiswi nampak sedang berdiskusi
dengan santai dan penuh kekeluargaan. Diskusi itu berlangsung diselenggarakan
oleh BKM KAMMI Komisariat IAIN RADEN INTAN, dalam rangka menjalin silaturrahim
dan membangun jaringan dengan organisasi eksternal, dalam hal ini Kohati HMI
Komisariat Tarbiyah. Salah satu progja BKM ini kemudian ternyata disambut baik
oleh Kohati HMI Tarbiyah dengan mengirim dua orang utusan untuk duduk bersama
dengan BKM KAMMI IAIN RADEN INTAN LAMPUNG, sembari berbicara tentang fenomena
pemetaan wanita sebesar 30 persen dikursi parlemen oleh parpol yang ingin lolos
menjadi peserta PEMILU.
Pembahasan kemudian berlangsung dengan difasilitatori oleh ketua BKM KAMMI Wilayah LAMPUNG, Sdri. Rika Febriyanti, hingga sampai pada sebuah kesepakatan, wanita memang harus diberikan peluang di kursi parlemen namun tidak harus dibatasi dengan angka tertentu, mengingat minat wanita Indonesia kedalam ranah politik cenderung sedikit. Terlepas dari apapun itu, sebenarnya Undang-undang pemilu sudah diluncurkan, sehingga yang menjadi persoalan, bagaiman caranya membangkitkan minat wanita berpolitik. Karen jika tidak, ini akan mempersempit parpol-parpol tertentu dalam hal peluangnya mengikut pemilu.
Fenomena tersebut tentunya tidak terlepas dari bagaimana perempuan berorganisasi. Akhirnya, masing-masing dari kedua organisasi ini membahas permasalahan kader, khususnya perempuan dilingkup internal masing-masing. Diskusi terus berlanjut hingga waktu sudah menyatakan menjelang waktu maghrib. Kemudian, acara tersebut diakhiri dengan jabat tangan antar peserta diskusi yang penuh kekeluargaan. Semoga menginspirasi..
Laporan Delia Sati
Ketua Bidang Khusus Muslimah
KAMMI Raden Intan Lampung
0 komentar:
Posting Komentar