Breaking News
Loading...
Sabtu, 19 Oktober 2013

Saatnya Berlari Tanpa Lelah



Aan Kurniawan Saputra
Ka. Departemen Infokom
PK KAMMI IAIN Raden Intan Lampung

“Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia
Berlarilah tanpa lelah sampai engkau meraihnya
Laskar pelangi takkan terikat waktu
Bebaskan mimpimu diangkasa warnai bintang di jiwa”
*Lirik Laskar Pelangi

Setiap insan manusia mempunyai cita dan mimpi yang berbeda-beda untuk dirinya di masa depan, dan setiap insan pula berhak untuk mengejarnya. Senang rasanya jika mempunyai cita-cita dimana semua elemen dari kita mendukung, baik keluarga, dan kemampuan pribadi juga serta lainnya. Tetapi terkadang tidak semua cita apa yang kita inginkan bisa kita raih. Berbicara tentang cita sejatinya kita bisa mengejar semua apa yang kita inginkan. *Versi gue nih

Tetapi satu konsekuensi adalah kita harus fokus mengejarnya. Tak ada impian yang datang ujuk-ujuk tanpa diiringi usaha yang tinggi (Doa, Usaha, Ikhtiar, Tawakal). Cita-cita bagaikan perjalanan kita harus berjalan dan mencapai suatu titik yang akan kita dapatkan. Nah masalahnya untuk mencapai titik itu yang terkadang tidak konsisten, bisa jadi ditengah jalan bertemu dengan persimpangan, bertemu dengan hal baru, dan bertemu hal lain yang membuat tidak jalan terus namun berbeda arah.

Pembaca pernahkan kecil semua ?
­Ingatkah kita, ketika kecil ditanya dengan orang tua dan kerabat ataupun ditanya guru TK?
Adik ? kalo sudah besar mau jadi apa ?
Adik cita-citanya apa ?
Dan pertanyaan sejenis lainnya yang mengarahkan kita pada cita-cita kita dimasa depan. Saat ditanya seperti itu dengan gigihnya dan optimisnya tanpa berfikir lebih jauh kita menjawab.
Adik ingin jadi Guru bu !
Adik ingin jadi dokter bu !
Adik ingin jadi polisi bu !
Berbagai profesi dijawab oleh kita kala itu, lantas bagaimana dengan cita-cita dulu itu yang pernah kita ucap kala kecil ?
“Lain dulu, lain sekarang”. Pernyataan ini terkadang yang digunakan untuk membela diri. Ya memang lain dulu lain sekarang, karena ketika dulu kita berucap ingin menjadi polisi kita tak tahu bagaimana susahnya untuk mencapai cita-cita itu. Next cita-cita masa kecil lewat...
Saat ini kita semua sudah beranjak remaja dan kian hari keian berkurang umur kita. Pertanyaanya sudahkah mimpi kita paten untuk dikejar ? kalaupun belum segerakanlah menyusun peta hidup agar hari-harimu tertuju arah yang sejatinya engkau inginkan. Mimpi hari ini adalah kenyataan di hari esok, jadi kalau kita hari ini tak punya mimpi yang akan kita kejar akan seperti apa hari esok.

Memang terkadang mimpi yang kita susun sudah perfect bagi kita, tetapi hasil terkadang tak sampai hingga gatot (gagal total). Inilah yang harus kita analisis diri kita baik kemampuan, kelebihan, kekurangan dan trik bagaimana kita meraihnya. Ketika kita mempunyai mimpi yang akan kita tuju jika kita tak segera mencari trik bagaimna meraihnya, ya akan hanya menjadi mimpi belaka mimpi kita.

“Ingin pergi ke jakarta tapi hanya ditempat. Mana bisa kita sampai jakarta”. Itu sebuah analogi sederhana mengenai cita yang akan kita tuju.

Ketika kita memegang sebuah pena dijarak satu meter diatas permukaan tanah dan kita akan melepaskan pena itu agar bisa jatuh. Maka ketika kita lepas pena itu dari tangan kita maka pena tersebut akan jatuh kebawah hingga kepermukaan tanah. Tetapi jika kita tidak melepaskan pena itu mana bisa pena itu jatuh kebawah. Dan ketika kita lepaskan maka pena itu akan jatuh, dan pasti jatuh kecuali Allah berkehendak lain.
Sama halnya dengan kita, ketika kita sudah mau bergerak dan menghentakkan segala daya dan upaya untuk sesuatu yang kita kejar, pasti kita mendapatkan apa yang kita kejar. Jangan takut bermimpi, karena Mimpi adalah kunci untuk kita menaklukan dunia serta berlarilah tanpa lelah sampai engkau meraihnya.

0 komentar:

Posting Komentar

Quick Message
Press Esc to close
Copyright © 2013 KAMMI IAIN Raden Intan Lampung All Right Reserved